Serba-Serbi Kewarganegaraan

Bingung nih mau nulis tulisan tentang kewarganegaraan harus ngebahas apa dan dimulai darimana dulu, biar bingungnya ga berkelanjutan mending sambil bingung sambil ngetik aja daripada diem ga ada hasil…ūüėÄ

Oke, kita mulai aja dari kewarganegaraan, daripada sok pinter bikin konsep sendiri apa itu kewarganegaraan lebih baik liat referensi yang sudah ada aja untuk penjelasan yang lebih lengkapnya, biar pemahamannya lebih luas dan wawasannya semakin bertambah. Let’s cheque it outūüėÄ

Katanya sih…
oh iya, sebelum menyimak-nyimak.. postingan kali ini isinya campur sari dalam artian ga 100% dominan tulisan sendiri (biar ga di tjap sok kepinteran: hehee, alibi padahal emang kurang paham :D) dan juga ga 100% dominan hasil kopas (biar ga di judge tukang kopas tulen).

Klo ngomongin kewarganegaraan, biasanya saya langsung keinget jaman-jaman SD dulu mesti ngapalin pembukaan UUD 1945 hingga pasal-pasal  sekaligus ayat-ayatnya. Bete juga sih, tapi terbayar saat dipercaya oleh guru untuk hampir selalu membaca naskah pembukaan UUD 1945 setiap senin saat upacara bendera. Yang pada puncaknya dipercaya menjadi Pemimpin Upacara. Ko jadi cerita kenangan yahh..

Lanjut, waktu itu saya pernah tau mata pelajaran yang berkaitan tentang kewarganegaraan telah diubah nama beberapa kali, klo ga salah dari yang “PMP (Pendidikan Moral Pancasila), diganti PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), diganti lagi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)”.

Dan hingga sampai saat ini (Lagi kuliah ceritanya :D) tiba tiba terpisahkan..Loh ko bisa? ia, semester 3 saya dapat Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan sekarang semester 4 dapat MK Pendidikan Kewarganegaraan, ya mungkin pada intinya sih sama wong yang dibahas ga jauh dari bangsa, negara dan bagaimana menjadi warga negara yang baik dan benar sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Basa-basinya di jeda dulu, ok.. kita ke topik pembahasanūüėÄ
Katanya sih…

Kewarganegaraan itu merupakan keanggotaan seseorang dalam kontrol satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memilikipaspor dari negara yang dianggotainya.

Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (bahasa Inggris: citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (bahasa Inggris: nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Di bawah¬†teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi “kewarganegaraan aktif”, seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan (bahasa Inggris:¬†Civics) yang diberikan di¬†sekolah-sekolah.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.

Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

  1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
  2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
  3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
  4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
  5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
  6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
  7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
  8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
  10. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
  11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
  12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi

  1. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
  2. anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
  3. anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  4. anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

  1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia

Di samping perolehan status kewarganegaraan seperti tersebut di atas, dimungkinkan pula perolehan kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses pewarganegaraan. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia dan telah tinggal di wilayah negara Republik Indonesia sedikitnya lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang, asalkan tidak mengakibatkan kewarganegaraan ganda.

Berbeda dari UU Kewarganegaraan terdahulu, UU Kewarganegaraan tahun 2006 ini memperbolehkan dwikewarganegaraan secara terbatas, yaitu untuk anak yang berusia sampai 18 tahun dan belum kawin sampai usia tersebut. Pengaturan lebih lanjut mengenai hal ini dicantumkan pada Peraturan Pemerintah no. 2 tahun 2007.

Dari UU ini terlihat bahwa secara prinsip Republik Indonesia menganut asas kewarganegaraan ius sanguinis; ditambah dengan ius soli terbatas (lihat poin 8-10) dan kewarganegaraan ganda terbatas (poin 11).

 

Wah, lumayan juga yah kopas dari wiki.. Luas dan padat berisi.ūüėÄ
Sedikit tambahan, klo kita bicara kewarganegaraan, pasti ketemu sama yang namanya warga negara, negara, tujuan negara, pancasila dan UUD 1945, ia kan. Nah, ada sedikit info nih..
Katanya…

Dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional (membangun negara), Menurut PP No. 60 Th. 1999,  Perguruan Tinggi memiliki tiga tugas pokok yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi:

 

1. Pendidikan Tinggi
Lembaga Pendidikan Tinggi memiliki tugas melaksanakan pendidikan untuk menyiapkan, membentuk, dan menghasilkan sumber daya yang berkualita. Tugas Pendidikan Tinggi adalah:

a. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahua, teknologi dan kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Pengembangan ilmu di Perguruan Tinggi bukanlah value free (bebas nilai), melainkan senantiasa terikat nilai yaitu nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, Pendidikan Tinggi haruslah mengahsilkan ilmuan, intelektual serta pakar yang bermoral ketuhanan dan kemanusiaan.

 

2. Penelitian

Penelitian adalah suatu kegiatan telaah yang taat kaidah, bersifat obyektif dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Dalam suatu kegiatan penelitianseluruh unsur dalam penelitian senantiasa mendasarkan pada suatu paradigma tertentu, baik permasalahan, hipotesis, landasan teori maupun metode yang dikembangkannya. Dalam khasanah ilmu pengetahuan terdapat berbagai macambidang ilmu pengetahuan yang masing-masing memiliki karakteristik sendiri-sendiri, karena paradigma yang berbeda. Bahkan dalam suatu bidang ilmu terutama ilmu sosial, antropologi dan ilmu politik terdapat beberapa pendekatan dengan paradigma yang berbeda, misalnya pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.

Dasar-dasar nilai pancasila menjiwai moral peneliti sehingga suatu penelitian harus bersifat obyektif dan ilmiah. Seorang peneliti harus berpegangan pada moral kejujuran yang bersumber pada ketuhanan dan kemanusiaan. Suatu hasil penelitian tidak boleh karena motivasi uang, kekuasaan, ambisi atau bahkan kepentingan primordial tertentu. Selain itu asas manfaat penelitian harus demi kesejahteraan uamt manusia, sehingga dengan demikian suatu kegiatan penelitian senantiasa harus diperhitungkan manfaatnya bagi masyarakat luas serta peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan.

 

3. Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat.

Realisasi pengabdian kepada masyarakat dengan sendirinya disesuaikan ciri khas, sifat serta karakteristik bidang ilmu yang dikembangkan oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Aktualisasi pengabdian kepada masyarakat ini pada hakikatnya merupakan suatu aktualisasi pengembangan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan umat manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebenarnya suatu aktualisasi kegiatan masyarakat ilmiah Perguruan Tinggi yang dijiwai oleh nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

Jadi, Pendidikan Tinggi sebagai Institusi dalam masyarakat bukanlah merupakan menara gading yang jauh dari kepentingan masyarakat melainkan senantiasa mengemban dan mengabdi kepada masyarakat.

Mohon maaf bila mungkin banyak kesalahan ejaan, semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk sejenak. Salam hormatūüôā

 

 

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan

Achmad Muchiji, Drs., H. MM, dkk. 2007. Seri Diktat Kuliah Pendidikan Pancasila. Penerbit: Universitas Gunadarma Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s